Tentang luka
Kau datang
dengan sinar penuh harapan
Bagai pelangi
memberi kejutan kepada sang hujan
Perlahan...
mendung itu pun pergi
Memanggil sang
mentari
Luka di lubuk hati ini bahkan tak
kuingat
Aku bahkan tersenyum cukup dengan
senyummu
Dunia bahkan terlihat lebih indah
Persis ketika aku belum mengenal luka
Namun saat
kulihat punggungmu menjauh
Tak ada lagi
yang dapat kulihat, kudengar
Irama langkahmu
memelan lalu menghilang
Seketika aku
lumpuh, berkedip pun begitu berat
Kau menghapus luka, menukarnya dengan
derita
Menjauh dan tak menolehku
Lalu, bagaimanakah dengan aku?
Akankah aku terus membisu dan terpaku
menantimu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar