Sengaja hari ini aku bangun lebih pagi.
Aku berusaha membangun semangatku untuk menyambut awal kisah baru. Aku tidak
terlalu yakin hari ini aku bisa berhenti memikirkannya atau sekedar
membayangkan dirinya. Tapi aku sudah bertekad. Aku kelilingi kompleks rumah
sebagai pilihan track joggingku pagi
ini.
“10 menit! Hari ini untuk 10 menit aku
akan berhenti memikirkanmu” gumamku mantap pada diriku sendiri. Kemudian aku
berlari sekencang-kencangnya, bukan sekedar jogging
lagi. Lari begitu kencang dalam 10 menit tanpa henti cukup membantu otakku
untuk berhenti sejenak memikirkan tentangnya.
“Assalamualaikum warohmatullahi
wabarokatuh. Ok guys, i would like to introduce my self, my complete name is
Cantika lintang, and you can call me Tika, i was born in Bandung, 3th july 1993, and now i’m 18 years old, i live at Sarmabanjar steet. well, i think
enough, thankyou and wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh”
Begitulah caraku memperkenalkan diriku
di sekolah baruku. Ya, aku adalah seorang yang baru menjadi mahasiswi di sebuah
universitas di kotaku, ITB . Aku baru saja melewati masa-masa remajaku yang... ehm.. aku bingung
mengartikannya. Kenangan tentang sebuah kata yang sangat tidak mudah diartikan.
CINTA, begitulah kita biasa menyebutnya.
Dimulai ketika aku baru mendaftar di
sebuah SMA yang cukup dekat dengan rumahku. Pagi itu aku berangkat lebih awal
bersama beberapa teman SMP-ku.
“Ka,, keliling yuk,, cuci mata cari
cowok ganteng” ajak Firna temanku
“Boleh, daripada diem disini terus,
jenuh juga lama-lama” akupun menyetujuinya